Keterbatasan manusia
Setiap manusia
dalam perjalanan hidupnya pasti mengalami pasang surut, semangat terkadang
malas, optimis terkadang pesimis. Merasa tenang terkadang galau, merasa lapang
terkadang sempit.
Dalam kondisi
susah manusia akan berusaha maksimal untuk menghadapi rintangan dan hambatan,
ia akan berusaha keras agar tujuan tetap dapat dicapai, sukses dapat diraih.
Dengan berbagai macam cara manusia melakukannya namun terkadang ia tetap belum
dapat mendapatkan kepuasan dari usahanya.
Adalah manusia
sebagai mahluk yang terbatas. Terbatas
dalam kemampuannya, terbatas dalam ilmunya, termasuk terbatas dalam kesehatan,
kebugarannya. Itulah manusia, mahluk yang didesain dalam segala
keterbatasannya.
Lalu dengan kondisi terbatas tersebut bagaimana mungkin manusia dapat
meraih cita-citanya? Tentunya jawaban yang paling
sering disampaikan adalah berusaha maksimal mungkin. Namun bukankah manusia itu
terbatas?
Kesadaran akan keterbatasan
Dengan menyadari
bahwa manusia terbatas, maka ia akan terbantu untuk mengahadapi masalahnya.
Pertama ia akan berusaha sampai pada batas yang semaksimal yang ia bisa, kedua
ia akan mencari pelengkap untuk menutupi keterbatasannya, untuk menyempurnakan
usahanya. Secara psikologis ketika manusia
menyadari kekurangannya, maka ia sesungguhnya telah memosisikan dirinya pada
posisi yang tepat dan strategis, sadar diri, dan tahu langkah strategis apa
yang harus ia lakukan. Laksana pemimpin pasukan yang bersiap untuk bertempur di
medan juang, agar dapat memenangkan peperangan, ia tidak akan berperang dengan
bekal yang terbatas. Ia akan mengukur kekuatan diri, mengukur kekuatan musuh,
mengatur taktik dan strategi, dan bila ia menyadari keterbatasannya, maka ia
akan meminta bantuan kepada yang mampu memberikan bantuan, itulah langkah-langkah
untuk dapat memeroleh kemenangan.
Menyempurnakan keterbatasan
Siapakah
kira-kira yang mampu memberikan bantuan pada kita? Siapakah yang mampu
menyempurnakan keterbatasan kita? Siapakah yang mampu menggenapi keganjilan kita.
Dialah yang memahami detil tentang kodrat manusia. Yang mendesain manusia, yang
menciptakan manusia. Dialah Allah yang
tahu betul yang terbaik buat hambanya, dialah Allah yang tahu betul apa
kebutuhan Hambanya, dialah Allah yang bisa membantu kita. Dialah yang ahli atas
segala urusan manusia.
Langkah yang
terbaik yang harus dilakukan manusia adalah, berusaha dengan semaksimal mungkin
yang dapat dilakukan, lalu kemudian menyempurnakan usaha maksimal tersebut
dengan menyerahkan urusan pada Sang Ahli, Zat Maha Sempurna, yang mampu
menggenapi keganjilan, melengkapi kekurangan. Lakukanlah yang terbaik, lalu
biarkan Tuhan menyelesaikannya. Do the best, and God will do the rest.
lanjutkan dong ngeblognya :D
BalasHapus