Rabu, 23 Maret 2022

BERHUSNUDZON KEPADA ALLAH.

    Surah Al-Baqarah ayat 216 yang bermakna ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Ayat tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita. memang dalam beberapa hal terkadang kita berpikir bahwa sesuatu tersebut sangat baik menurut pandangan kita dan kita ingin sekali mendapatkannya dan ingin mencapainya. Kita berusaha keras mati-matian karena dalam hitungan dan bayangan kita itu adalah baik kalau seandainya kita bisa mendapatkannya, namun pada hakikatnya itu justru buruk bagi kita, kita berpikir sepertinya baik, karena pikiran dan otak kita terbatas. Kita tidak dapat menjangkau hal-hal yang diluar kemampuan berpikir kita, kita tidak dapat menjangkau hal-hal yang ghaib atau yang belum kita ketahui, sehingga kita mengira hal tersebut adalah baik padahal sesungguhnya itu adalah buruk. Sebaliknya, apa yang kita anggap buruk, boleh jadi sesungguhnya itu adalah baik untuk kita.

    Terdapat satu cerita yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Kisah seorang pejabat, melihat bahwa posisi jabatan yang diatasnya itu baik untuk dia, sehingga ia berusaha dengan keras untuk bisa mencapai jabatan tersebut. Dia berpikir kalau dia bisa menduduki jabatan tersebut, ia bisa mendapatkan manfaat untuk dirinya dan bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Dia berusaha keras untuk bisa mencapainya, namun apa yang terjadi, begitu ia sudah mendapatkan jabatan tinggi tersebut, ternyata di dalamnya, sistem kerja dan lingkaran kekuasaan yang ada disitu membuat ia tidak bisa berkutik dan harus mengikuti aturan yang bukan atas kehendaknya, yang tidak sesuai dengan hati nuraninya dia. Akhirnya ia terjerat dalam lingkaran kekeliruan, terjerat dalam korupsi yang sebetulnya dia tidak mampu menghindarinya, karena sistemnya sudah berlaku demikian. Jadi, memang yang dia pikir di awal bahwa itu adalah baik, kenyataannya itu adalah buruk. Seandainya dulu ia masih di jabatan yang lama, mungkin ia akan selamat tidak terjerat kasus korupsi, karena dalam jabatannya yang lama ia masih mampu melakukan kendali agar tidak terseret dalam sistem korupsi. Namun Ketika ia masuk ke dalam jabatan yang baru disitu ia tidak mampu mengendalikan lingkaran korupsi yang sudah menjadi kebiasaan.

    Ternyata yang dia anggap baik justru menjerumuskannya, sebaliknya apa yang dia anggap buruk justru baik buat dirinya. Demikian memang Allah lebih mengetahui, sedangkan pengetahuan kita sangatlah terbatas. Tetaplah memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah, semoga kita senantiasa diberikan petunjuk agar tidak tersesat.




Minggu, 20 Maret 2022

KEBAIKAN ITU MEMANTUL DAN AKAN KEMBALI KEPADA ORANG YANG MENGERJAKANNYA.

    Sebuah kisah menceritakan, pada suatu hari ada seorang anak kecil sedang berain di halaman rumahnya, letak rumahnya tidak jauh dari hutan, sehingga terkadang datang, binatang-binatang dari dalam hutan tersebut. Pada hari itu Ketika sang anak sedang asik bermain di halaman rumah, lewatlah seekor rusa. Rusa tersebut terlihat jinak, sehingga kemudian si anak tidak merasa takut. Tak lama kemudian rusa semakin mendekat kepada si anak dan ikut bermain bersama, namun tiba-tiba saja si rusa menundukkan kepalanya dan memasukkan tanduknya ke dalam pakaian si anak, sehingga si anak terangkat dan kemudian rusa tersebut berjalan menjauh dari rumahnya. Anak yang tadinya merasa senang bermain dengan rusa, namun kini timbul kekhawatiran karena ia dibawa lari menjauh dari rumahnya. Si anak kemudian berteriak, karena ia tidak bisa melepaskan dirinya dari tanduk rusa yang memang sudah menelusup ke dalam pakaiannya. Rusa terus berjalan, berlari, menjauh dari rumahnya. Si anak berteriak meminta tolong, sang ibu mendengar teriakan anaknya, dan segera melihat dari balik jendela rumahnya, ia begitu kaget ternyata anak kesayangannya dibawa oleh rusa. Tanpa berpikir Panjang sang ibu mengejar rusa, namun semakin dikejar rusa semakin lari kencang menjauh dan masuk ke dalam hutan. Sang ibu semakin penasaran, ia terus mengejar sampai ke dalam hutan, namun setelah dicari-cri ternyata ibu tersebut menemukan anaknya sedang bermain di tanah lapang yang banyak rerumputan hijaunya. Si anak terlihat sudah tidak ketakutan lagi dan sedang bermain dengan senang. Sang ibu merasa senang karena telah menemukan anaknya, kemudian digendong anaknya tersebut dan dibawa Kembali ke rumah.

    Begitu sampai mendekati rumahnya, sang ibu melihat sesuatu yang tidak disangka-sangka. Ternyata rumahnya kini sudah hancur, remuk, karena pohon besar yang berada di samping rumahnya, roboh dan menimpa sebagian besar rumahnya. Sang ibu kemudian tersadar., seandainya rusa tadi tidak membawa anak saya ke dalam hutan, mungkin saya dan anak saya akan menjadi korban dari robohnya pohon tersebut. Ternyata yang dilakukan oleh rusa, telah menyelamatkan nyawa saya dan nyawa anak saya. Sang ibu yang tadinya berpikir bahwa rusa itu mengganggu, kini berpikir bahwa rusa tersebut telah menyelamatkannya.

    Masih dalam pikiran kaget dan beruntung ia bisa terselamatkan, sang ibu teringat, dahulu ia pernah menyelamatkan anak seekor rusa. Saat itu, sang ibu sedang berada di dalam hutan, kemudian menemukan seekor bayi rusa yang berjalan lemah, dari kejauhan sang ibu melihat ada sekelompok orang yang sedang memburu, dan naluri seorang ibu berpikir bahwa anak rusa ini akan berada dalam bahaya, karena pikirnya ia akan menjadi sasaran para pemburu tersebut. Sang ibu segera melakukan Tindakan, dengan menutupi anak rusa menggunakan dedaunan juga rerumputan agar tidak terlihat oleh pemburu. Kemudian setelah para pemburu lewat, barulah si anak rusa selamat dan bisa Kembali bertemu dengan rusa-rusa lainnya, anak ruas tersebut bisa bertemu dengan kelompok rusa lainnya. Ternyata rusa yang diselamatkan itu adalah rusa yang juga menyelamatkan anaknya, membawa anaknya dari halaman rumah, masuk ke dalam hutan agar terhindar dari reruntuhan pohon besar.

    Cerita di atas memberikan hikmah, bahwa kebaikan yang kita lakukan pada siapapun ternyata akan kembali kepada diri kita. Kebaikan yang dilakukan sang ibu kepada anak rusa, kembali kepada kebaikan untuk dirinya dan anaknya semua kebaikan itu sebetulnya akan kembali kepada orang yang menebarkannya.



Rabu, 16 Maret 2022

DIAM ADALAH EMAS.

    Kisah ini berasal dari ulama sekaligus sosok yang dijuluki Bapak Kedokteran Dunia, yaitu Ibnu Sina. Pada suatu hari Ibnu Sina melakukan perjalanan dengan kudanya. Di suatu tempat yang dianggap nyaman, ia berhenti untuk beristirahat. Kuda diikat di tempat teduh dan diberi makan jerami yang dicampur rumput.  Sedangkan Ibnu Sina sendiri duduk di tempat lebih teduh tak jauh dari kuda sambil menikmati bekalnya.

    Tiba-tiba datang seorang menunggang keledai. Ia turun dan mengikat keledai berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina. Dengan maksud agar keledainya bisa makan jerami juga. Dan orang tersebut pun duduk dengan Ibnu Sina. Ketika ia duduk dan makan, Ibnu Sina mengingatkan, “Jauhkan keledaimu dari kudaku supaya tidak ditendang.” Orang yang diajak bicara itu tersenyum sambil menoleh ke kuda dan keledai. Namun, “plak,”  si keledai ditendang kuda hingga terluka. Setelah itu pemilik keledai marah-marah kepada Ibnu Sina dan meminta tanggung jawabnya. Ibnu Sina diam saja. Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta agar Ibnu Sina membayar atas luka cidera keledainya.

    Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina terdiam. Hakim kemudian bertanya kepada orang yang mengadu, “Apakah dia bisu?” Orang itu menjawab, “Tidak, tadi dia bicara padaku.” Hakim bertanya lagi, “Apa yang ia katakan?” Orang itu kembali menjawab, “Jangan dekatkan keledaimu nanti ditendang kudaku.” Setelah mendengar jawaban itu, sang Hakim tersenyum dan berkata kepada Ibnu Sina, “Anda ternyata pintar. Cukup diam dan kebenaran terungkap.” Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada Hakim, “Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang bodoh selain dengan diam. Dan nantinya kebenaran akan menunjukkan jalannya sendiri. Itulah sebabnya mengapa saya memilih diam.” Diam kepada orang yang bodoh adalah jawaban.

berdiskusi dengan siapapun bisa saja dilakukan, namun apabila partner kita memiliki keengganan untuk berpikir dan tetap dalam kebodohannya, maka diam adalah yang terbaik. Satu syair arab yang berbunyi "Tarkul jawaabi a'lal jaahili jawaabi" yang bermakna "tidak menjawab terhadap orang bodoh itu adalah jawabannya".



HILANGKAN BELENGGU PIKIRAN. TEMUKAN KEBERHASILAN

Izinkan saya membacakan sebuah cerita, Lompatan mengubah segalanya.

    Diceritakan ada sebuah kotak, di mana kotak tersebut ternyata di dalamnya terdapat seekor belalang. Ternyata belalang tersebut sudah berada di dalam kotak tersebut dengan kurun waktu yang begitu lama.

    Suatu hari belalang tersebut telah berhasil keluar. Karena sudah keluar dari kotak yang selama ini mengurungnya. Belalang tersebut merasa penuh kebahagiaan dirinya, akhirnya yang selama ini ia nantikan tercapai juga.

    Kebahagiaan yang belalang miliki diekspresikan lewat lompatan yang dilakukannya kesana-kemari. Hingga suatu saat ia bertemu dengan kawanan belalang lainnya. Di mana belalang yang ia temui ternyata mampu melakukan lompatan yang jauh lebih tinggi dan lebih panjang.

    Belalang yang dahulunya di dalam kotak penasaran apa rahasia yang dari lompatan tinggi dan panjang dari belalang lainnya. Dengan penuh rasa penasaran dan keberanian akhirnya belalang yang tadinya dalam kotak tersebut bertanya kepada kawanan lainnya.

    “Apa yang membuatmu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dari aku, padahal jika dilihat dari usia dan ukuran tubuh kita masih sama, apa rahasianya ,?” Tanya belalang dengan rasa penasaran. Dengan perkataan tersebut kawanan belalang lainnya merasa terheran-heran dan mulai menjawabnya.

    “Selama ini kamu di mana, sudah sewajarnya belalang yang berada di alam bebas bisa melakukan apa yang aku lakukan ini,” jawab belalang dengan lompatan jauh tadi. Seketika jawaban tersebut membuat sadar belalang yang terbebas dari kotak mulai tersadar.

    Ia merasa terlalu lama menyerah dengan keadaan, membuang waktu, tidak percaya diri dan penuh ketakutan untuk mencoba.

    Tahukah kalian jika kondisi belalang dalam kotak tersebut juga kerap kita alami. Di mana kegagalan, ucapan, cemoohan, tanpa dukungan orang lain dan masih banyak lagi kerap kita alami. Kita kerap kali membatasi diri dan tak berani mencoba karena tidak ada dukungan dari luar.

    Kita terlalu terpaku terhadap ucapan orang lain dan mulai mengubah pola pikir kita seakan-akan apa yang belum kita coba pasti akan mendapatkan hasil yang buruk. Sehingga ketika ada orang lain bisa kita mulai penasaran apa rahasianya.

    Padahal keberanian, pantang menyerah, sabar dan semangat dalam  keadaan apapun adalah beberapa faktor yang bisa membuat kita menjadi lebih dekat dengan gerbang kesuksesan, lho. Yuk ubah pola pikir kita untuk lebih berani dalam mengambil langkah awal lebih dekat dengan kata sukses. Hilangkan belenggu-belenggu yang menghambat gerakan dan aktivitas kita. Bergeraklah dengan bebas, sehigga kita bisa melompat jauh sebagaimana belalang yang erasa di alam bebas.




Selasa, 08 Maret 2022

MENGUBAH MASALAH MENJADI BERKAH.

        Kisah seorang anak yang datang kepada orang tuanya dan mengeluhkan tentang berbagai masalah yang sedang dihadapi. Ia merasa bahwa hidupnya terus-menerus didatangi dengan berbagai macam masalah. Satu masalah belum selesai datang lagi masalah yang lainnya, satu masalah sudah selesai datang lagi, dua bahkan tiga masalah lainnya yang harus ia selesaikan. Ia merasa Lelah, ia merasa capek dan ia betul-betul tidak menikmati hidupnya. Ia ceritakan kepada ayahnya dan ia ingin agar ayahnya bisa memahaminya dan bisa memberikan nasehat untuknya.

        Ayahnya yang kebetulan adalah seorang koki, mendengarkan keluhan-keluhan sang anak dan kemudian mengajak anaknya ke dapur. Sang ayah menyiapkan tiga kompor dan tiga panci, kompor tersebut dinyalakan dan di taruh panci di atasnya lalu kemudian diberi air. Satu panci diisi dengan kentang, satu panci diisi dengan telur dan satu panci diisi dengan serbuk kopi, kemudian semuanya dipanaskan. Sang anak bingung melihat apa yang dilakukan ayahnya dan bertanya “Ayah apa hubungannya, kompor dan panci ini dengan masalah yang aku hadapi?. Sang ayah menjawab “Anakku, tunggu sebentar, ayah ingin menunjukkan sesuatu”. Setelah panci tersebut direbus sekitar 15 hingga 20 menit, sang ayah mematikan kompor dan mengangkat ketiga panci tersebut dan diletakkan di atas meja.

        Sang ayah kemudian mengajak anaknya untuk melihat apa yang terjadi, kemudian ia berkata “Anakku coba kamu lihat panci yang ada kentang di dalamnya, dan kamu pegang kentang tersebut bagaimana kondisinya” sang anak menjawab “kentang menjadi lembut yah”. “Oke, selanjutnya lihat panci yang kedua, apa yang terjadi dengan telur?” sang ayah melanjutkan. “Telur tersebut sekarang sudah matang dan menjadi keras, kemudian telur ini tidak bisa pecah seperti ketika belum direbus” sang anak menjawab. Ayah melanjutkannya lagi dengan panci yang ketiga yaitu berisi kopi, yang terjadi adalah serbuk kopi sudah melebur bersama air dan menimbulkan bau yang harum. “Demikian anakku mari kita belajar dari ketiga benda yang sudah kita rebus, kita ibaratkan air yang mendidih adalah sebagai suatu permasalahan dalam kehidupan, setiap orang pasti akan menghadapi berbagai macam masalah dan cobaan, namun sifat pada kentang, telur dan serbuk kopi itu membuat masalah yang dihadapi menjadi berbeda.

        Kentang walaupun sebelumnya adalah keras tetapi Ketika dihadapi dengan air yang mendidih, akhirnya menjadi lembek tidak lagi keras seperti yang sebelumnya. Sementara telur yang asalnya benda cair dan mudah pecah, Ketika dimasukkan kedalam air mendidih, ia justru menjadi keras dan tdk lagi bisa dipecahkan. Serbuk kopi, yang sebelumnya hanya serbuk, Ketika dihadapkan pada masalah, ia mewarnai air tersebut dan menghadirkan bau kopi. 

        “Sekarang anakku, Ketika kamu sedang menghadapi berbagai macam masalah, kamu dalam posisi seperti kentang, telur atau kopi? Itu adalah pilihanmu, kamu berhak memilih yang mana yang kamu inginkan. Apakah kamu sudah memahami apa yang ayah sampaikan?” jelas sang ayah. Sang anak mengangguk dan kemudian berkata “Iya ayah, memang seharusnya aku menjadi seperti kentang, yang keras di awal namun pada saat datang masalah menjadi begitu lemah. Aku ingin keras, aku ingin kuat dan aku ingin menjadi serbuk kopi, yang mengubah masalah menjadi manfaat, menjadi sebuah tantangan yang menghasilkan sesuatu yang menyenangkan sebagaimana harumnya kopi.

        Cerita singkat tadi sangat inspiratif, semoga kita bisa mengambil hikmah bahwa apapun masalah yang kita hadapi sebetulnya bukan pada masalah, namun bagaimana kita menyikapinya. Sikap yang baik dan tepat akan menjadikan masalah yang kita hadapi justru mendatangkan kemanfaatan.




Minggu, 06 Maret 2022

KENDALIKAN AMARAH.

        Pada suatu malam, ada seekor ular masuk ke dalam ruang kerja seorang tukang kayu. Ruang kerja tersebut berisikan macam-macam peralatan, termasuk diantaranya gergaji. Ular melintasi gergaji tersebut dan secara tidak sengaja tubuhnya tergores dan terluka oleh gergaji. Merasa tubuhnya terluka, ia berpikir bahwa gergaji tersebut adalah musuh yang hendak mencelakainya. Munculah sifat dari ular tersebut ingin membalas dan menyerang gergaji. Ular langsung menggigit gergaji, namun apa yang terjadi, bukannya gergaji itu melemah namun justru memberikan luka pada mulut ular hingga berdarah. Ular semakin marah dan tidak bisa mengendalikan amarahnya, dia pikir bahwa gergaji itu adalah musuh yang harus dikalahkan. Amarah ular semakin meluap, ia menyerang gergaji tersebut dengan melilit gergaji menggunakan seluruh tubuhnya, semakin dililit semakin tubuhnya terluka oleh gergaji, namun amarah yang sudah  begitu mengakar di dalam hati ular. Ular lagi lagi mengeratkan lilitan tubuhnya pada gergaji, terus menerus ia lakukan hingga darah ular tersebut berceceran dimana-mana. Lalu apa yang terjadi? Ular tersebut mati, binasa. Keesokan harinya si tukang kayu kembali ke tempat kerjanya dan ia mendapati seekor ular tergeletak dan darah yang sudah mengering.

        Kisah sederhana di atas dapat kita ambil pelajarannya, bahwa seandainya pada goresan pertama yang dirasakan oleh ular itu, seandainya ular tidak harus meluapkan amarahnya, seandainya ular tidak langsung bereaksi, maka mungkin ia tidak akan mati sia-sia. Ular tersebut mati karena ia mengikuti amarahnya. Ia merasa bahwa gergaji itu adalah musuh yang harus ia serang. Kalau seandainya ular tersebut bisa memahami bahwa goresan luka yang pertama bukan berasal dari sang musuh, maka kematian bisa ia hindari.

        Kadangkala pada saat kita sedang marah, sepertinya kita ingin melukai orang lain. Perkataan kita, perbuatan kita ditumpahkan kepada orang yang kita marahi agar mereka merasakan sakit dari apa yang kita lakukan. Namun pada hakikatnya, amarah yang kita luapkan kepada orang lain justru melukai diri kita sendiri. Berbagai macam kata-kata yang tidak pantas, tidak sopan, Tindakan yang tidak terkontrol yang kita berikan kepada orang lain, justru akhirnya merugikan diri kita sendiri. Sebagaimana ular tadi, amarah yang ia luapkan kepada gergaji, justru menjadi penyebab kematiannya. Amarah itu harus dikendalikan, jangan diperturutkan, semakin kita memperturutkan amarah sesungguhnya semakin merugikan diri kita sendiri. Orang yang bijak mampu mengendalikan amarahnya. Amarah itu bukan untuk diperturutkan, amarah itu untuk dikendalikan. Orang yang baik adalah orang yang mampu mengendalikan amarah. Belajar dari kisah ular, semoga kita bisa terus-menerus memperbaiki diri dan sikap agar kita bisa berdamai dengan diri kita dan orang disekeliling kita. 



Selasa, 01 Maret 2022

SENYUM.

    Apa yang anda rasakan apabila bertemu dengan orang yang tersenyum? Apa yang anda alami Ketika anda bertemu dengan orang yang cemberut?. Tentu efeknya sangat berbeda, senyuman itu memberikan kedamaian, senyum adalah pesan yang disampaikan bahwa ia mengirimkan persahabatan. Orang yang cemberut mengirimkan pesan ketidaksukaan. Tentu kita akan memilih berteman dengan orang-orang yang senantiasa memberikan senyuman. Secara kedokteran, tersenyum itu menyehatkan dan menggunakan energi yang tidak terlalu banyak.

    Tersenyum hanya menggunakan beberapa otot dari wajah kita, sementara cemberut menggunakan energi dan otot yang lebih banyak. Artinya, orang yang tersenyum secara Kesehatan akan tampak Bahagia dan tampak muda, sementara orang yang sering cemberut ia akan cepat Lelah dan cepat tua. Agama mengajarkan bahwa senyum juga bermakna sebagai shodaqoh, karena kita memberikan kedamaian, menyampaikan persahabatan dan diterima sebagai bentuk kebaikan bagi orang disekitar kita. senyum dan cemberut masing-masing ada konsekuensinya, tentu tugas kita adalah memilih mana yang terbaik.



MEMBIASAKAN ANAK MEMINTA MAAF

BAGAIMANA CARA UNTUK MEMBIASASKAN ANAK UNTUK MEMINTA MAAF? 1. Biarkan emosi anak mereda Anak biasanya marah, kecewa, tidak suka dengan suatu...