Surah Al-Baqarah ayat 216 yang bermakna ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Ayat tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita. memang dalam beberapa hal terkadang kita berpikir bahwa sesuatu tersebut sangat baik menurut pandangan kita dan kita ingin sekali mendapatkannya dan ingin mencapainya. Kita berusaha keras mati-matian karena dalam hitungan dan bayangan kita itu adalah baik kalau seandainya kita bisa mendapatkannya, namun pada hakikatnya itu justru buruk bagi kita, kita berpikir sepertinya baik, karena pikiran dan otak kita terbatas. Kita tidak dapat menjangkau hal-hal yang diluar kemampuan berpikir kita, kita tidak dapat menjangkau hal-hal yang ghaib atau yang belum kita ketahui, sehingga kita mengira hal tersebut adalah baik padahal sesungguhnya itu adalah buruk. Sebaliknya, apa yang kita anggap buruk, boleh jadi sesungguhnya itu adalah baik untuk kita.
Terdapat satu cerita yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Kisah seorang pejabat, melihat bahwa posisi jabatan yang diatasnya itu baik untuk dia, sehingga ia berusaha dengan keras untuk bisa mencapai jabatan tersebut. Dia berpikir kalau dia bisa menduduki jabatan tersebut, ia bisa mendapatkan manfaat untuk dirinya dan bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Dia berusaha keras untuk bisa mencapainya, namun apa yang terjadi, begitu ia sudah mendapatkan jabatan tinggi tersebut, ternyata di dalamnya, sistem kerja dan lingkaran kekuasaan yang ada disitu membuat ia tidak bisa berkutik dan harus mengikuti aturan yang bukan atas kehendaknya, yang tidak sesuai dengan hati nuraninya dia. Akhirnya ia terjerat dalam lingkaran kekeliruan, terjerat dalam korupsi yang sebetulnya dia tidak mampu menghindarinya, karena sistemnya sudah berlaku demikian. Jadi, memang yang dia pikir di awal bahwa itu adalah baik, kenyataannya itu adalah buruk. Seandainya dulu ia masih di jabatan yang lama, mungkin ia akan selamat tidak terjerat kasus korupsi, karena dalam jabatannya yang lama ia masih mampu melakukan kendali agar tidak terseret dalam sistem korupsi. Namun Ketika ia masuk ke dalam jabatan yang baru disitu ia tidak mampu mengendalikan lingkaran korupsi yang sudah menjadi kebiasaan.
Ternyata yang dia anggap baik justru menjerumuskannya, sebaliknya apa yang dia anggap buruk justru baik buat dirinya. Demikian memang Allah lebih mengetahui, sedangkan pengetahuan kita sangatlah terbatas. Tetaplah memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah, semoga kita senantiasa diberikan petunjuk agar tidak tersesat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar