Rabu, 16 Maret 2022

DIAM ADALAH EMAS.

    Kisah ini berasal dari ulama sekaligus sosok yang dijuluki Bapak Kedokteran Dunia, yaitu Ibnu Sina. Pada suatu hari Ibnu Sina melakukan perjalanan dengan kudanya. Di suatu tempat yang dianggap nyaman, ia berhenti untuk beristirahat. Kuda diikat di tempat teduh dan diberi makan jerami yang dicampur rumput.  Sedangkan Ibnu Sina sendiri duduk di tempat lebih teduh tak jauh dari kuda sambil menikmati bekalnya.

    Tiba-tiba datang seorang menunggang keledai. Ia turun dan mengikat keledai berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina. Dengan maksud agar keledainya bisa makan jerami juga. Dan orang tersebut pun duduk dengan Ibnu Sina. Ketika ia duduk dan makan, Ibnu Sina mengingatkan, “Jauhkan keledaimu dari kudaku supaya tidak ditendang.” Orang yang diajak bicara itu tersenyum sambil menoleh ke kuda dan keledai. Namun, “plak,”  si keledai ditendang kuda hingga terluka. Setelah itu pemilik keledai marah-marah kepada Ibnu Sina dan meminta tanggung jawabnya. Ibnu Sina diam saja. Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta agar Ibnu Sina membayar atas luka cidera keledainya.

    Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina terdiam. Hakim kemudian bertanya kepada orang yang mengadu, “Apakah dia bisu?” Orang itu menjawab, “Tidak, tadi dia bicara padaku.” Hakim bertanya lagi, “Apa yang ia katakan?” Orang itu kembali menjawab, “Jangan dekatkan keledaimu nanti ditendang kudaku.” Setelah mendengar jawaban itu, sang Hakim tersenyum dan berkata kepada Ibnu Sina, “Anda ternyata pintar. Cukup diam dan kebenaran terungkap.” Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada Hakim, “Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang bodoh selain dengan diam. Dan nantinya kebenaran akan menunjukkan jalannya sendiri. Itulah sebabnya mengapa saya memilih diam.” Diam kepada orang yang bodoh adalah jawaban.

berdiskusi dengan siapapun bisa saja dilakukan, namun apabila partner kita memiliki keengganan untuk berpikir dan tetap dalam kebodohannya, maka diam adalah yang terbaik. Satu syair arab yang berbunyi "Tarkul jawaabi a'lal jaahili jawaabi" yang bermakna "tidak menjawab terhadap orang bodoh itu adalah jawabannya".



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMBIASAKAN ANAK MEMINTA MAAF

BAGAIMANA CARA UNTUK MEMBIASASKAN ANAK UNTUK MEMINTA MAAF? 1. Biarkan emosi anak mereda Anak biasanya marah, kecewa, tidak suka dengan suatu...