Menjalani ibadah puasa di negara Eropa memang
memiliki tantangan yang lebih besar. Karena bulan Ramadan kali ini bertepatan
dengan musim panas di wilayah Eropa, jadi durasi puasanya menjadi lebih lama,
hingga hampir 19 jam. Sahur dilakukan jam 3 pagi, dan buka puasa jam 10 malam.
Tantangan lain tentunya adalah godaan puasa di
Eropa yang lebih besar, karena kita berpuasa di tengah-tengah masyarakat yang
tetap menjalani aktifitas makan dan minum di siang hari seperti biasa, tidak
ada nuansa Ramadan sebagaimana yang selalu dirasakan ketika di Indonesia.
Walau demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan masyarakat muslim di Eropa untuk tetap menjalani ibadah puasa dan ibadah-ibadah Ramadan lainnya.
Pada kesempatan Ramadan ini, untuk menjalin dan mempererat ukhuwwah Islamiyah sesama warga negara Indonesia yang sedang bermukim di Belgia, Bapak Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia mengadakan acara buka puasa bersama di Wisma Duta KBRI di Kota Brussel Belgia. Acara ini dilakukan pada hari sabtu 11 Juni 2016 yang lalu.
Acara ini menjadi begitu special, karena sekaligus dijadikan sebagai kesempatan untuk saling bersilaturahim dengan sesama warga muslim Indonesia, dan juga untuk memperkuat dan meningkatkan keislaman dan ketaqwaan pada bulan suci Ramadan ini.
Acara buka puasa diawali dengan sambutan dari Bapak Duta Besar Republik Indonesia, Bapak Yuri Thamrin, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustadz Ahmad Nizar yang didatangkan dari Amsterdam Belanda. Pada kesempatan tersebut, penceramah membahas tentang keutamaan-keutamaan yang terdapat pada bulan suci Ramadan. Sang penceramah juga menjelaskan tujuan puasa adalah untuk meraih gelar takwa. Ceramah agama disertai pula dengan tanya jawab seputar masalah keislaman hingga tiba saat waktu untuk berbuka puasa.
Setelah menikmati hidangan takjil buka puasa, para hadirin kemudian mengikuti sholat magrib berjamaah, dan kemudian bersama-sama menikmati hidangan makan makan malam yang disajikan oleh pihak KBRI Brussel. Menu yang dihidangkan adalah masakan khas Indonesia seperti bubur sumsum, nasi, sambel, kerupuk, gorengan, teri, dll. Menu yang susah didapat di Belgia.
Hidangan bukan puasa bersama ini di setting ala makan bersama di masjid-masjid timur tengah. Para hadirin duduk melingkar, dan makanan di hidangkan ditengah-tengahnya. Setingan seperti ini menjadikan acara makan bersama terasa lebih akrab dan lebih mengesankan.
Selesai acara makan, para hadirin saling beramah tamah antar sesama. Pada kesempatan ini pula WNI berkesempatan untuk berkomuniasi lebih akrab dengan Bapak Duta Besar, termasuk dengan berkesempatan untuk berfoto bersama.
Acara buka puasa bersama yang dilakukan di
KBRI Brussel ini setidaknya dapat menjadi obat penawar rindu dan kangen dengan suasana
Ramadan di negeri tercinta Indonesia.
Selamat menjalani ibadah berpuasa, semoga kita
dapat meraih gelar takwa. Salam dari Belgia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar