Dunia yang dewasa kini, kita dihadapkan dengan tantangan-tantangan dan kompetisi. Kompetisi adalah fitrah dalam kehidupan, dalam berkompetisi sebagaimana fitrahnya, ada yang jadi pemenang dan ada yang belum mendapatkan kesempatan. Lalu, bagaimana supaya kita siap dalam berbagai macam kompetisi. Sebetulnya kompetisi selalu hadir dalam proses kehidupan.
Diceritakan dalam suatu naskah, yang sangat inspiratif dan memotivasi, syair dari bahasa arab yang berbunyi “Annasu min khaufidzulli fidzulli, wannasu min khaufilkhatai filkhatai” syair tersebut memiliki makna “manusia yang takut akan kehinaan, sebetulnya ia sudah berada dalam kehinaan, dan manusia yang takut akan kesalahan, sebetulnya dia sudah berada dalam masalah”. Syair tersebut mengajarkan kita bahwa jangan pernah takut untuk melakukan sesuatu hanya karena takut salah atau karena takut dihina. Apabila kita tidak melakukan sesuatu, maka itu adalah suatu kesalahan dan justru itulah suatu kehinaan. Maka, untuk memenangkan kompetisi kita harus bergerak dan berbuat, jangan takut salah jangan takut dibully. Jangan takut melakukan sesuatu yang sebelumnya kita berpikir bahwa kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Berbuat saja, bekerja saja, terus berusaha, maka nanti secara perlahan akan mendapatkan hasilnya.
Hal penting lainnya adalah bahwa jalan menuju sukses itu
memiliki proses yang berliku. Ada kalanya kita harus menempuh jalan yang
menikung, ada kalanya kita harus melewati jalan yang terjal, memang itulah
proses yang harus dilalui. Tetapi yakinlah, apabila kita terus bekerja, tetap
berusaha, maka sulitnya jalan yang kita lalui akan membawa kita pada
kesuksesan. Musuh terbesar kita sebetulnya bukan orang-orang di luar sana. Musuh
terbesar kita adalah ketakutan yang ada di dalam diri sendiri, takut melakukan
sesuatu, karena nanti takut dihina, takut dicerca yang pada akhirnya kita tidak
mau melakukan sesuatu. Itu adalah musuh terbesar kita, takut hasilnya tidak
memuaskan, akhirnya kita tidak jadi melakukan. Itu sebenar-benarnya musuh, maka
yang harus kita kalahkan pertama kali adalah ketakutan-ketakutan dalam diri
sendiri.
Musuh terbesar kita adalah ketakutan diri kita sendiri. Lawanlah
musuh itu, Insyaallah kita akan menjadi pemenangnya. Jadi, dalam menghadapi
kompetisi yang sangat berat saat ini, salah satu rumusnya adalah bekerja saja,
berusaha saja dan lawan ketakutan-ketakutan yang ada dalam diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar