Bunga-bunga yang bermekaran di taman tampak indah dipandang mata, tidak hanya kita saja yang menikmati, bintangan juga menyukainya, misalnya kupu-kupu. Kupu-kupu akan datang dan hinggap mendatangi bunga-bunga, ia hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Namun pernahkah kita mencoba menelisik lebih dalam dari kehidupan kupu-kupu. Ternyata proses nya luar biasa, sesungguhnya kita bisa mengambil hikmah di dalamnya. Kupu-kupu menjadi kupu-kupu yang indah terbang kesana kemari, perlu melewati proses yang disebut metamorphosis. Awalnya ia berada di dalam kepompong, sekian hari ia berpuasa, menjalani proses penyempurnaan diri. Ia rela berada di dalam kepompong agar tubuhnya bisa sempurna, agar sayap-sayapnya bisa mengembang dengan baik, hinggap di berbagai ranting dan bunga.
Kisah seorang anak ketika melihat kupu-kupu yang ingin keluar dari kepompong. Ia melihat kupu-kupu begitu tersiksa, karena lubang dari kepompong sangat sempit, sehingga sang anak melihat kupu-kupu seakan kesakitan, susah keluar dari kepompong. Sang anak sepertinya merasa tidak tega, melihat kupu-kupu yang terlihat sedang kesakitan. Akhirnya, ia membuka kepompong tersebut, dirobek lebih lebar, maksudnya adalah agar kupu-kupu tidak lagi kesakitan dan agar mudah keluar dari kepompong. Namun apa yang terjadi, ternyata saat kupu-kupu keluar dari kepompong tanpa proses yang seharusnya dilewati, kupu-kupu tersebut menjadi cacat, ia tidak bisa terbang, tidak bisa menjadi kupu-kupu yang sempurna.
Mengapa demikian? Rupanya proses keluarnya kupu-kupu dari kepompong yang harus melalui lubang yang sempit itu sebetulnya sedang melakukan proses pemompaan darah keseluruh organ-organ pada tubuhnya, termasuk kakinya, dan sayap-sayapnya, sehingga kemudian organ-organ tersebut dapat berfungsi dengan baik. Ketika si anak membuka kepompong tersebut, sebetulnya sedang merusak proses penyempurnaan diri kupu-kupu. Sehingga, darah-darah tidak mengalir secara sempurna menyeluruh pada organ tubuhnya. Akhirnya, kupu-kupu tersebut cacat dan tidak lama kemudian mati.
Begitulah sebetulnya dalam proses kehidupan. Apapun yang kita jalani, sejatinya membutuhkan proses. Terkadang proses terlihat tidak menyenangkan, tetapi pada hakikatnya, dalam rangka proses penyempurnaan diri. Kita belajar dari kupu-kupu, bahwa untuk menjadi pribadi yang sempurna membutuhkan proses penyempurnaan diri dalam beberapa waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar