Sepatu yang biasa kita gunakan untuk perjalanan ternyata memberikan pelajaran. Kalau kita perhatikan, sepasang sepatu bagian kanan dan bagian kiri, dibentuk dengan desain yang berbeda. Bagian kanan berbeda bentuknya dengan bagian kiri dan sebaliknya. Namun ternyata perbedaan kanan dan kiri pada sepasang sepatu itu, justru untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. Seandainya satu bagian dari sepasang sepatu itu hilang, maka tidak bisa digunakan, keserasian itu tidak bisa digunakan lagi. Dari sepasang sepatu tersebut, kita bisa belajar bahwa ternyata perbedaan yang ada bukan untuk dipertentangkan dan diperselisihkan.
Perbedaan bagian kiri dan kanan dari sepasang sepatu ternyata bisa dipertemukan dan menjadi sebuah keserasian yang saling melengkapi dan menyempurnakan. Dari sepatu kita bisa belajar tentang kehidupan, kita bisa melihat bahwa banyak sekali perbedaan-perbedaan yang ada di alam semesta ini dan memang Tuhan sudah menciptakan demikian. Tuhan sudah menciptakan makhluknya dengan berbagai macam ragam dan perbedaan. Namun, apabila kita sikapi perbedaan tersebut dengan melihat perbedaan yang ada, tentu kita sulit untuk mencari titik temu. Maka, belajar seperti sepasang sepatu tadi. Perbedaan yang ada, bukan untuk saling berpencar. Perbedaan yang ada, justru untuk saling melengkapi dan menyempurnakan.
Dalam menghadapi perbedaan yang ada, janganlah berfokus kepada hal-hal yang dapat membuat kita bercerai-berai, fokuslah pada hal-hal yang bisa mendatangkan keserasian, kebersamaan, kita cari titik temu, untuk bisa menuju pada satu tujuan yang sama. Dari sepasang sepatu yang sepertinya adalah benda biasa ternyata kita bisa mengambil pelajaran, bahwa perbedaan itu bukanlah disikapi untuk mendatangkan perpecahan, perbedaan itu apabila disikapi dengan baik, justru bisa untuk saling melengkapi dan menyempurnakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar