Q.S At-Tin ayat 4 bermakna “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Maksudnya adalah Allah menciptakan manusia dengan penciptaan yang terbaik, tidak untuk tujuan sia-sia. Manusia adalah makhluk terbaik yang didesain oleh Allah SWT, karena memang untuk menjadi khalifah di bumi. Karena itu, kita seharusnya bersyukur bahwa kita dijadikan oleh Allah sebagai makhluk yang terbaik. Bagaimana Allah menciptakan manusia dengan penciptaan yang terbaik? Allah tidak mungkin menciptakan manusia untuk tujuan yang sia-sia, semua manusia yang terlahir di dunia ini, dibekali dengan potensinya masing-masing, agar ia bisa mengarungi hidup dengan sukses. Tidak ada manusia yang terlahir secara sia-sia, dan untuk disia-siakan.
Namun, mengapa masih ada orang yang gagal? Apakah karena Allah tidak adil? Tentu tidak, Allah Maha Adil. Seluruh manusia yang lahir ke dunia, sudah diberikan bekal dan potensi masing-masing. Ada yang diberi potensi dalam bidang bahasa, bidang matematika, bidang musik, bidang seni dan lain sebagainya. Lalu kenapa ada orang yang gagal. Dia ternyata tidak memanfaatkan potensi yang sesungguhnya ia miliki. Ibaratnya orang yang datang ke suatu jamuan makan, terhidang berbagai makanan dan minuman, sesungguhnya ia boleh mengambil makanan apa saja yang terhidang, namun dia hanya melihat, tidak ada satupun makanan ataupun minuman yang ia ambil. Ia keluar dari jamuan makanan tersebut dalam keadaan lapar. Itulah perumpamaan orang yang terlahir ke dunia, diberikan potensi oleh Allah SWT tapi tidak memanfaatkan potensinya. Sehingga ia kembali ke alam akhirat tetap dalam keadaan lapar.
Ayat selanjutnya dalam surah At-Tin: 5, menjelaskan ayat tersebut memberikan jawaban kepada orang-orang yang gagal dalam mengarungi hidup, Allah turunkan dia dari derajat yang paling tinggi menjadi derajat yang rendah, mengapa? Karena dia tidak memanfaatkan potensi yang ia miliki, ia tidak menjaga fitrahnya. Fitrahnya manusia pada saat lahir adalah suci, bersih. Namun ia mengotorinya dan menyia-nyiakannya, sehingga diturunkanlah tingkatannya menjadi tingkat yang paling rendah. Semoga kita bisa terhindar dari hal yang demikian, semoga kita tetap mampu menjaga kemanusiaan kita, menjaga level kita dalam level yang terbaik diantara makhluk Allah lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar