Dewasa ini kita sering kita sering disuguhi oleh tayangan dan berita yang menunjukkan ujaran kebencian, fitnah dan permusuhan. Di berbagai media sosial sering kita jumpai tulisan-tulisan fitnah serta ujaran kebencian. Tentu hal tersebut tidak baik, untuk diri kita dan untuk masyarakat. Siapakah yang memberikan suguhan-suguhan buruk seperti itu? Tentu orang yang tidak bertanggung jawab. Dia mencari keuntungan di tengah-tengah perpecahan yang terjadi atas ulahnya.
Sebagai masyarakat, apakah kita mau dibawa kepada perpecahan yang merugikan? Tentu tidak. Karena itu, kita jangan pernah mau diadu domba oleh ujaran-ujaran kebencian, hoaks, fitnah, yang sebetulnya tidak benar. Bahkan, ujaran kebencian itu sengaja dimunculkan oleh pelaku, agar dia mendapatkan keuntungan. Kita sebagai masyarakat harus pintar dalam menyeleksi informasi yang relevan dan informasi yang menyesatkan. Yang harus kita lakukan adalah jangan pernah diikuti, jangan pernah dikomentari, semakin kia mengomentari sesungguhnya semakin membuat ratingnya naik tinggi dan itulah yang diharapkan oleh pelaku. Tinggalkan, mari kita membuat informasi-informasi yang positif agar media sosial kita juga terisi dengan hal-hal yang baik, agar media sosial kita tidak hanya dipenuhi dengan ujaran kebencian, namun juga diisi dengan kebaikan-kebaikan.
Diri kita ini ibarat poci (teko), apa yang keluar dari sebuah poci adalah apa yang ada dalam poci tersebut. Kalau diri ini terlalu sering diisi oleh ujaran-ujaran kebencian, terlalu sering dipaparkan dengan hoaks, kebencian, maka yang kita keluarkan adalah yang demikian. Karena itu yang harus kita lakukan adalah mari kita isi diri kita dengan hal-hal positif dan penuh kedamaian, karena itu yang akan kita keluarkan untuk orang-orang disekitar kita. apa yang ada di dalam diri itulah yang akan kita tebarkan untuk orang-orang disekitar kita. Isilah diri dengan beragam kedamaian, maka diri, lingkungan dan masyarakat kita akan merasakan kedamaian dari diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar