Seorang anak kelas lima SD, ketika di kelas guru melihatnya anak ini seperti tidak memiliki motivasi untuk belajar, tidak semangat menjawab pertanyaan, lemas dan terlihat layu sekali. Sehingga guru yang mengajar mengalam kesulitan utuk membngkitkan semangatnya. Ibu guru sudah mencoba mengajar dan mendekatinya tetapi sang anak sepertinyya sudah tidak semangat mengikuti pelajaran, apabila ada tugas ia tidak pernah mengerjakannya. Di dalam nilai rapor, ibu guru menuliskan apa adanya, tertulis bahwa anak tidak memiliki motivasi yang kuat seperti tidak memiliki semangat untuk belajar.
Suatu hari sang guru membaca catatan rapor anak dari mulai kelas satu SD dan beliau sangat terkejut, pada rapor elas satu tertulis bahwa anak tersebut nak yang periag, aktif dan cerdas. Sang guru penasaran, karena apa yang ia lihat sekarang sangat berbeda dengan apa yang dituliskan pada rapor kelas satu. Kemudian ia buka rapor kelas dua, ternyata agak berbeda dari kelas sebelumnya, ditulis dalam rapor anak ini sering mengalami keterlambatan karena ibunya mengalami sakit, ia haru merawat ibunya yang sedang sakit. Ibu guru membuka Kembali catatan raport kelas tiga, tertulis bahwa anak ini mengalami kesedihan yang mendalam karena ibunya meninggal dunia pada saat ia duduk di bangku kelas tiga. Sang guru penasaran dan merasa iba kepada anak tersebut, pada saat ia buka di catatan kelas empat tertulis bahwa si anak tidak ada lagi semangat belajar karena ia merasa sangat kehilangan ibunya. Sang guru kemudian menghela nafas dan berpikir apa yang harus ia lakukan kepada siswanya.
Keesokan hari pada jam istirahat, sang guru menghampiri si anak dan kemudian bertanya, “nak ibi kamu sudah meninggal dunia ya?” sang anak jawab dengan anggukan, ibu guru melanjutkan “kamu merasa sedih ya kehilangan ibumu, baik ibu guru sangat paha atas perasaan yang kamu alma pada saat ini, dan bu juga paham kamu sepertinya sangat kesulitan untuk belajar” sang anak menjawab “betul bu semenjak ibu saya meninggal saya sudah tidak semangat lagi untuk bersekolah sehingga saya sulit berkonsentrasi pada saat belajar di kelas”. Ibu guru menawarkan kepada sang anak untuk membantunya memahami pelajaran yang tertinggal dengan jam tambahan setelah pulang sekolah yang dilakukan hanya berdua sehingga bisa juga menjadi sesi cerita dan ngobrol santai. Sang anak senang sekali dengan tawaran dari Ibu guru, ia merasa bahwa sosok ibunya hadir kembali dengan memberinya perhatian.
Esok hari setelah selesai jam pelajaran, sang anak belajar dan bimbingan dengan Ibu guru, rutin ia jalani bimbingan tambahan setelah pulang sekolah dan lama-kelamaan terlihat perubahan. Sang anak yang sebelumnya tidak pernah mengangkat tangan untuk bertanya di dalam kelas, sekarang ia mulai memberanikan dirinya, dan ia menjadi anak yang aktif. Nilai yang diperolehnya juga kunjung meningkat, benar-benar cepat sekal perubahan anak ini menjadi lebih baik. Hingga kemudian sang anak naik ke kelas enam, dan di kelas enam ia mendapatkan nilai-nilai yang hampir sempurna. Luluslah anak tersebut dari jenjang Sekolah Dasar dan ia melanjutkan pendidikannya ke SMP lalu SMA.
Waktu berlalu dan si anak sudah lulus SMA, ia mengirimkan surat kepada Ibu guru yang berisikan tanda terima Kasih atas jasanya pada saat kelas lima dahulu, sehingga sekarang ia diterima di perguruan tinggi dengan jalur beasiswa. Suratnya sederhana namun membuat sang guru sagat Bahagia, ternyata apa yang dilakukannya saat itu ternyata sangat membekas pada sang anak.
Lima tahun kemudian, sang guru mendapatkan surat kembali dang sang anak yang berisikan tanda terima Kasih Kembali bahwa ia sudah lulus kuliah fakultas kedokteran dan ia akan menjalankan praktik profesi kedokteran, ia berterima Kasih lagi dan menyebutkan bahwa apabila pada saat kelas lima dahulu bukan Ibu guru yang menjadi wali kelasnya maka belum tentu ia menjadi seperti dirinya yang sekarang. Lima tahun berikutnya, sang guru Kembali mengirim surat yaitu berita bahagia bahwa ia akan menikah, dan ia meminta kebersediaan Ibu guru untuk menjadi orang tuanya di kursi pelaminan nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar