Matahari yang bersinar, ia tidak pernah pilih kasih, ia akan menyinari apa saja yang ada di dunia ini, semuanya ia sinari tanpa pandang bulu. Namun mengapa ada yang tidak mendapatkan sinar? Itu sebetulnya bukan matahari yang tidak ingin memberikan sinarnya, tetapi dirinya sendiri yang menutupi untuk menerima sinar matahari.
Apabila kita perhatikan, ada tumbuhan yang mampu berkembang dengan pesat dan ada juga yang terhambat pertumbuhannya. Setelah diperhatikan, tumbuhan yang berkembang dengan pesat itu selalu mendapatkan sinar matahari, sedangkan tumbuhan yang berkembang dengan lambat, rupanya ia tertutup oleh benda lain sehingga tidak menerima sinar matahari secara langsung. Seperti itulah sekiranya ilustrasi tentang nikmat Allah SWT.
Allah SWT sebetulnya memberikan nikmat dan karunia kepada siapa saja yang mau menerimanya, ibarat matahari yang menyinari seluruh alam. Demikian juga Allah SWT, memberikan nikmat dan karunia kepada siapa saja, yaitu orang-orang yang mau membuka diri untuk menerima nikmat tersebut. Sering kita jumpai orang yang merasa susah mendapatkan nikmat, itu bukan karena Allah tidak memberinya, tetapi karena dia menghalangi dirinya sendiri dari penerimaan karunia dan rezeki dari Allah.
Apabila kita merasa bahwa rezeki kita sepertinya sedang
mengalami hambatan, mari kita singkap hal-hal yang menghambat datangnya rezeki
kepada kita. Apa contohnya? Misalnya dosa-dosa yang secara sadar atau tidak
sadar kita melakukannya. Hilangkanlah penghambat tersebut, maka karunia Allah
akan dengan mudah menembus dan mengani diri kita. Mari kita singkap hal yang mungkin menjadi penghalang rezeki
Allah untuk datang kepada kita. Bukalah diri seluas-luasnya untuk menerima
pancaran rezeki dari karunia ilahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar