Seseorang masuk kedalam hutan yang dipenuhi dengan pohon yang sangat banyak. Ada pohon besar yang berada di tengah hutan, sehingga pohon tersebut menghalangi seseorang untuk melihat pemandangan hutan yang sangat indah. Besarnya pohon, membuat matanya tidak bisa melihat keindahan bunga-bunga yang bermekaran,tidak bisa melihat berbagai jenis pohon dengan daunnya yang warna-warni. Dia hanya melihat batang pohon saja yang hitam dan besar, sehingga dia berpikir “ternyata hutan ini tidak seperti yang disampaikan orang-orang ya. Yang aku lihat hanya gelap dan hitam”. Rupanya orang tersebut salah, sebetulnya apabila ia membuka pikiran dan matanya untuk melihat sisi yang lain, maka ia akan melihat berbagai keindahan hutan tersebut. Kenapa ia mengatakan hutan itu hitam? Karena matanya tertutup oleh pohon besar di hadapannya.
Cerita di atas merupakan sebuah ilustrasi, barangkali kita sering merasakannya. Terkadang, bila kita mendapati satu musibah, hanya satu musibah saja, seakan-akan mata kita sudah ditutupi oleh pohon besar. Sehingga, kita tidak bisa melihat keindahan pohon-pohon, bunga-bunga, dedaunan yang ada di sisi yang lain. Ketika kita mendapati musibah, cobalah jangan hanya sekedar melihat musibah itu saja, lihatlah aspek yang lain, lihat ke atas, ke bawah, ke samping kanan dan samping kiri, maka kita akan menemukan nikmat Allah SWT yang masih sangat banyak. Jangan sampai satu musibah yang kita derita, menutupi ribuan nikmat Allah yang sesungguhnya masih terus kita terima. Jangan seperti orang yang tidak bisa melihat keindahan hutan, karena matanya tertutup oleh satu pohon besar yang ada di hadapannya. Coba alihkan pikiran, alihkan pandangan, luaskan cakrawala berpikir, maka kita masih akan melihat ribuan nikmat Allah yang terus menerus kita rasakan. Dalam kondisi apapun, kita harus tetap bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar