Seorang anak dan ayah yang sedang berjalan di suatu tempat yang bergema, mereka berjalan beriringan sambil berbincang-bincang. Di tengah jalan tiba-tiba si anak terpeleset dan jatuh kemudian berteriak “Aaaaa!!!” Ia kesakitan. Karena tempat tersebut bergema, diujung sebelah sana suara teriakan sang anak memantul dengan bunyi yang sama “Aaaaa!!!”. Di tengah kesakitan ia merasa ada orang yang menertawakan, ia marah seraya berkata “Hey!! Kamu tau gak sih, saya sedang kesakitan” namun karena itu adalah gema, amarah si anak kembali memantul “Hey!! Kamu tau gak sih, saya sedang kesakitan” si anak semakin marah, ia berpikir orang di ujung sana itu terus menerus menertawakannya dan meledeknya, padahal ia sedang terkena musibah. Sang ayah berusaha menenangkan anaknya “Nak.. sabar ya.. tenang nak..” tetapi si anak sudah kadung, kecewa, dan marah “Ayah ini bagaimana, saya kan diledekin kenapa saya tidak boleh marah”, sang ayah berkata “Nak, sabar ya.. ayah akan jelaskan. Tenang dulu ya nak, ikuti ayah sekarang.” Sang anak seperti tidak ikhlas dengan perkataan ayahnya “Nak sekarang ikuti kata-kata ayah, kamu katakan yang keras padanya kamu hebat!” “Apa ayah? Dia dibilang hebat?! Ayah kan tahu, dia udah meledeki aku” sang ayah Kembali mencoba menenangkan anaknya dan membujuknya untuk mengikuti perintahnya. Kemudian dengan perasaan terpaksa si anak berteriak “Kamu hebat!!”. Secara mengejutkan, suara tadi memantul dengan bunyi yang sama “Kamu hebattt!!” daan si anak pun berubah, tadi dia merasa marah sekarang dia merasa dipuji oleh orang yang di sebelah sana. “Nak, sekarang kamu katakan padanya kamu keren!” perintah ayahnya, si anak langsung mengikutinya “Kamu kerenn!!” dan lagi lagi, terucap dari ujung sebelah sana suara yang sama kepada sang anak. Wajah anak yang sedari tadi marah, seketika berubah perlahan-lahan menjadi penuh dengan kesenangan. Anak ini tidak lagi marah namun anak merasa senang dan bahagia.
Inilah kehidupan, apa yang kau tebar, apa yang kau berikan kepada sekitarmu itulah yang kelak akan kau terima. Jika kamu menebarkan kebaikan, maka kebaikan itulah yang akan kamu terima, tetapi jika kamu menebarkan keburukan maka itu juga yang akan kamu terima dan rasakan. Jadi, tetaplah berbuat baik, tetaplah menebar kebaikan karena itu sesungguhnya yang akan kita dapatkan. Tebarlah kebaikan sebanyak mungkin, karena sebanyak itu pula yang akan kita dapatkan. Hindari menebar kebaikan, karena keburukan itu juga yang akan kita terima nantinya. Tuhan Maha Baik, dengan kebaikanNya ia menjanjikan kepada umatNya, bahwa setiap kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan, jadi jangan pernah bosan untuk berbuat kebaikan, setiap kebaikan sesungguhnya akan Kembali pada diri kita, bahkan akan dilipat gandakan oleh Sang Maha Kuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar