Jumat, 18 Februari 2022

OPTIMISME.

        Jendral Thariq bin Ziyad, beliau adalah jenderal yang dikirim dari tanah Afrika untuk membuka wilayah Andalusia di Spanyol. Saat ingin memasuki Andalusia, terdapat pegunungan tinggi yang disebut sebagai Jabal Thariq. Thariq bin Ziyad memerintahkan kepada pasukannya untuk membakar perahu-perahu yang membawa mereka dari Afrika menuju ke Spanyol. Mengapa Thariq membakar perahu tersebut, padahal perahu tersebut diperlukan untuk menyeberangi lautan bila mengalami kekalahan. Inilah trik yang dipakai oleh Jendral Thariq bin Ziyad. Ia kemudian mengumpulkan pasukannya dan memberikan statement yang luar biasa, “wahai asukanku, musuh ada di depanmu dan lautan ada dibelakangmu, kemana kalian akan pergi sembunyi?”. Hal tersebut dilakukan Thariq untuk membuat pasukannya semangat, sekaligus menumbuhkan optimisme untuk memenangkan peperangan. Optimisme menjadi salah satu faktor yang penting dalam sebuah kompetisi. Prajurit yang tidak memiliki jiwa optimisme, akan menjadi prajurit yang lemah secara mental. Thariq bin Ziyad mampu memberikan optimisme yang tinggi kepada pasukannya.

       Sejarah mencatat, bahwa Thariq bin Ziyad adalah Jendral yang perkasa, yang mampu menaklukkan daratan Eropa, padahal jumlah pasukaannya sangatlah terbatas. Pasukan Thariq menjadi bergairah karena semangat yang dipompa oleh sang jendral, itulah yang harus kita teladani. Dalam melakukan apapun, semangat dan optimisme harus senantiasa muncul dalam diri kita. Optimisme adalah keyakinan dalam hal baik yang akan terjadi dimasa yang akan datang, apabila kita berjuang keras untuk meraihnya. Optimism harus selalu hadir dalam diri kita. keyakinan positif bahwa kita mampu mencapai sesuatu, sesungguhnya adalah energi dan semangat yang dapat menggerakkan kita untuk memiliki tenaga yang penuh demi mencapai cita-cita yang kita harapkan. Optimism yang dimiliki oleh seseorang, ibarat ruh yang membuat hidup menjadi lebih hidup. Orang yang tidak memiliki optimism akan cepat layu, sementara orang yang memiliki optimism hidupnya akan lebih bersemangat dan ia bisa menggapai cita-citanya. Orang yang optimis, terlihat dari raut mukanya, senyum, semangat, penuh dengan gairah, sementara orang pesimis terlihat layu, kusut, dan tidak menyenangkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMBIASAKAN ANAK MEMINTA MAAF

BAGAIMANA CARA UNTUK MEMBIASASKAN ANAK UNTUK MEMINTA MAAF? 1. Biarkan emosi anak mereda Anak biasanya marah, kecewa, tidak suka dengan suatu...