Mari pergunakan waktu kita dengan bijak..
Pantun di atas sangat sederhana, namun memiliki makna yang luar biasa. Hidup ini sebetulnya adalah perputaran waktu, dan waktu kita di dunia ini sebetulnya terbatas. Ada saatnya akhir dari kehidupan. Hidup sebetulnya hanya mengenal tiga waktu saja, yaitu masa lampau adalah waktu yang sudah kita lalui, masa yang akan datang adalah yang akan kita hadapi dan waktu sekarang adalah yang sedang kita jalani. Masa lampau menjadi kenangan dan pengalaman yang kita rasakan saat ini. Dan saat ini menjadi modal bentuk untuk menjalani masa yang akan datang. Mengingat pentingnya waktu ini, Allah SWT dalam menyampaikan firman-Nya bersumpah dengan menggunakan waktu, salah satunya dalam surah al-ashr:
وَٱلْعَصْرِ
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] 1-3).
Ayat tersebut jelas menunjukkan kepada kita bahwa apabla kita tidak menggunakan waktu dengan bijak maka kita akan mengalami kerugian. Kita akan sangat rugi karena masa hidup kita akan berakhir dan ternyata kerugian itu akan betul-betul dirasakan Ketika kita mengetahui bahwa timbangan kebaikan lebih sedikit dari timbangan keburukan kita, maka jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal karena tidak menggunakan waktu dengan baik. Mari kita isi waktu-waktu kita dengan terus menambah kebaikan. Orang yang tidak merugi adalah orang beriman, orang yang beramal soleh dan orang yang saling menasehati dengan kebaikan dan kesabaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar