Selasa, 10 Mei 2022

MENYAMBUT IDUL FITRI

        Tidak terasa Ramadhan sudah hampir usai, kita akan memasuki bulan syawal. Sepertinya kita masih belum rela meninggalkan bulan Ramadhan ini, karena begitu banyak keistimewaan di dalam bulan Ramadhan yang bisa kita raih. Begitu banyak aktivitas ibadah yang dilipatgandakan ketika kita melakukannya di bulan Ramadhan. Sepertinya hati ini belum sepenuhnya rela melepas dari indahnya beribadah di bulan Ramadhan. Namun waktu terus berjalan dan kita memang harus mempersiapkan untuk masa yang akan datang. Ketika ramadhan berakhir, pertanyaannya adalah, apakah ada pengaruh dalam diri dan jiwa kita. Apakah ada perubahan dalam spiritualitas kita. apakah keimanan kita semakin meningkat, atau biasa saja, apakah ibadah kita bertambah banyak, atau biasa saja. Apakah rasa kepedulian sosial kita terhadap sesama bertambah, atau biasa saja. Mari kita melakukan muhasabah diri, jangan-jangan selama Ramadhan ini apa yang sudah kita lakukan masih belum membekas pada diri kita. karena itu tepat sekali dalam memasuki bulan syawal, disebutkan bahwa:

ليس العيد لمن لبس الجديد و لكنّ العيد لمن تقوئه يزيد

”hari raya Idul fitri bukan bagi orang-orang yang mengenakan baju baru, tetapi bagi orang-orang yang takwanya bertambah.”

          Muhasabah diri adalah Tindakan yang harus kita lakukan, apakah ketaatan kita bertambah atau tidak. Ukurannya adalah dalam diri kita, apakah getaran-getaran jiwa ini semakin terasa tidak ketika disebutkan “Allah”, Ketika disebutkan “Nabi Muhammad”, Ketika mendengar bacaan-bacaan al-quran. Adakah keinginan kita untuk semakin memperbanyak melakukan amalan-amalan ibadah, adakah keinginan untuk terus-menerus melakukan ibadah yang kita lakukan dibulan Ramadhan untuk bulan syawal nanti. Itu diantara ukuran-ukuran untuk melihat ketaatan kita bertambah atau tidak.

         Semoga kita semua mengakhiri bulan ramadhan ini dengan akhir yang baik, husnul khatimah. Kita memasuki bulan syawal dengan pribadi yang baru, yang bertambah ketaatannya juga bertambah ketakwaannya, dan semoga dosa-dosa kita diampuni Allah SWT.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMBIASAKAN ANAK MEMINTA MAAF

BAGAIMANA CARA UNTUK MEMBIASASKAN ANAK UNTUK MEMINTA MAAF? 1. Biarkan emosi anak mereda Anak biasanya marah, kecewa, tidak suka dengan suatu...