Ke supermarket beli susu dan coklat..
Ke pasar beli sayur dan ikan..
Orang yang kuat bukan orang yang bisa mengangkat beban berat
Orang yang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan amarah dan bisa memaafkan.
Pantun di atas tepat sekali, orang kuat bukan ditandai ototnya, bukan ditandai oleh tulang-tulangnya, tetapi orang yang bisa menahan nafsunya dan amarahnya, itulah sesungguhnya orang yang kuat. Salah satu ciri-ciri orang yang bertakwa adalah yang memiliki kekuatan untuk mampu memaafkan. Dalam surah ali Imran: 133-134
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙالَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
Orang yang mampu menahan amarah dan mampu memaafkan adalah orang yang bertaqwa. Untuk bisa memaafkan, memang butuh kekuatan yang dahsyat dari dalam diri kita, tidak semua orang mampu melakukannya, tetapi jika kita latih sedikit demi sedikit insyaAllah kita bisa melakukannya. Rasulullah SAW mencontohkan, belau seringkali mendapatkan cacian, hinaan, bahkan pukulan siksaan, yang ia terima dari orang-orang kafir quraisy, tetapi beliau bisa menunjukkan sikap yang amat mulia, yaitu memaafkannya. Perilaku Nabi Muhammad yang bisa mengendalikan amarah dan memaafkan kesalahannya, membawa orang-orang yang dulu memusuhinya mendapatkan hidayah sehingga orang tersebut memeluk agama islam. Semoga kita bisa meneladani perilaku rasulullah dalam menahan amarah dan memaafkan. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar