Pernahkah kita menyadari, bahwa akhir-akhir ini banyak sekali profesi-profesi yang dahulu digandrungi, sekarang sudah tidak diminati dan bahkan hilang dari peredaran. Kita melihat ada banyak sekali perubahan. Misalnya kita pergi dan melalui jalan tol, dahulu di setiap gerbang tol ada banyak petugas yang bekerja disana, ternyata sekarang sudah digantikan dengan mesin. Dahulu setiap pagi kita terbiasa melihat ada orang yang melemparkan koran, sekarang sudah tidak ada lagi, tergantikan dengan gadget yang bis akita baca setiap saat. Memang teknologi telah merubah banyak sekali keadaan dan kondisi saat ini. Sebaliknya saat ini banyak sekali bermunculan profesi-profesi yang dahulu tidak pernah ada. Coba bayangkan, ada profess youtuber, mungkin pada saat kita kecil dahulu, kita tidak pernah membayangkan ada profesi youtuber. Tau ada profesi trader, pedagang dengan menggunakan gadget-gadget yang hanya mengamati perhitungan angka-angka melalui media dan gadget yang tersedia. Dahulu sepertinya kita tidak memikirkan adanya profesi tersebut.
Lalu apa konsekuensinya? Konsekuensinya adalah ternyata kita dipaksa untuk perubahan ini, karena hadirnya teknologi. Teknologi, jika dilihat satu sisi memang sangat membantu, tetapi disisi lain kalau kita tidak mampu mengendalikannya, mungkin akan merusak atau menghancurkan kondisi saat ini yang dirasakan nyaman. Bayangkan orang-orang yang kemudian terkena PHK, karena pekerjaannya sekarang digantikan oleh teknologi. Lalu kalau kita kaitkan dengan anak-anak kita di sekolah, kira-kira anak yang sekarang usia SMP dan SMA, sepuluh tahun atau tujuh tahun lagi mereka akan menghadapi dunia kerja, dimana mereka akan bersaing dengan banyaknya tenaga kerja dan ternyata profesi-profesi yang saat ini mungkin sepuluh tahun yang akan datang sudah tidak akan lagi ada, karena sudah tergantikan dengan teknologi dan kita belum bisa membayangkan kira-kira profesi apalagi yang akan lahir. Lalu apa yang harus kita persiapkan untuk anak-anak kita, agar mereka bisa bersaing di kehidupan yang akan datang.
Salah satu kuncinya adalah kreatifitas, orang-orang kreatif adalah orang-orang yang mampu untuk menghadirkan sesuatu yang baru, menghadirkan suatu inovasi, karena ia tidak terbelenggu oleh pikiran yang jumud dan kaku. Selain itu, anak harus dibiasakan untuk melakukan kolaborasi dan juga diajari untuk jeli melihat peluang dan menghadapi tantangan. Anak-anak yang sudah kita persiapkan untuk menjadi kreatif dan jeli terhadap peluang dan menyukai tantangan, saya pikir anak anak tersebut akan akan menjadi pemimpin, akan menjadi pemenang di persaingan yang ketat dimasa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar